Friday, March 5, 2021

Beli beras lebih penting dari beli bunga

Jadi ceritanya,
kemarin lagi pergi jalan-jalan kan.
Menikmati hari setelah aturan jam keluar anak kecil ditiadakan,
dan restoran yang sudah bisa dine in.

Trus ketemu beberapa penjual bunga di dekat istasyon.
Ada yang jual buket bunga kertas, ada juga yang jual bunga anggrek.

Trus tau-tau ada yang nyeletuk,
'Sayang sih udah ga punya pacar jadi ga beli bunga deh.'
Yaudah kubalas saja begini,
'Yaa kayaknya emang sekarang lebih urgent beli beras sih daripada beli bunga.'

Wkwkwk, so relate mungkin buat pasangan-pasangan yang kenal sejak pacaran sampe akhirnya nikah dan berkeluarga.
Dulu nih mungkin lo pacaran kaga mikir urusan rumah, urusan perut. Mungkin karena uang jajan masi dikasih orang tua, paling banter bingung mau makan dimana yang murah kalo uang jajan udah mau abis.
Nah sekarang, makanan aja kaga ada di rumah. Kalo jajan melulu bisa abis seminggu itu duit sebulan.

Emang serunya hidup berkeluarga gini ya.
Menentukan skala prioritas buat kebutuhan hidup emang jadi tantangan bersama.
Karena gabisa dipungkiri ada skala keinginan juga, ga cuma kebutuhan, hahahaha.

Sekarang nih, kalo udah berkeluarga, apalagi punya anak, yang pertama dipikirin adalah ya itu, pangan sandang papan.
Makan apa hari ini.
Musim dingin pake baju apa.
Kalorifer rumah mau dinyalakan apa ngga.
Tentu saja ditambah keinginan anak kecil yang mau beli mobilan.

Ngga kok, ga sesusah itu, bahkan happy sekali kalo bisa melalui setiap tantangan skala prioritas itu. 
Makan nasi pake kulit ayam goreng tepung aja enak banget loh.
Beliin anak kecil baju-baju musim dingin juga gemas sendiri.
Kalorifer rumah yang dinyalakan waktu suhu lagi dingin-dinginnya aja juga ternyata menghemat fatura dan uangnya bisa ditabung buat jalan-jalan selanjutnya, yeaayy.
Beliin mainan buat anak kecil juga menyenangkan sekali. Pas udah sampe rumah heboh sendiri minta tolong bukain, trus dipegang-pegang mainannya, cerita sama mama papanya tentang mainan barunya.

Menyenangkan lihat keluarga senang, dengan definisi senang yaitu hidup susah senang yang penting aku punya kalian, atau hidup susah senang yang penting nanti senang, atau hidup susah senang ketawain aja, atau hidup susah senang yang penting selalu alhamdulillah, bersyukur sama Tuhan karena dikasih rasa senang.

Wednesday, March 3, 2021

Tentang kehilangan

Sekitaran minggu lalu lagi nonton Money Heist.
Trus sampe di part Nairobi ketembak dan dimakamkan di peti, dan dibawa keluar, seperti pemakaman.

Dan,
Perih cuy.

Same feeling when you got a big hole in your heart.

Parah ku nangis kejer sendiri.

.
.
.
.

Kayaknya ku emang lagi patah hati banget karena papah (mertua) sudah berpulang, dan ku sama paksu dan cucu kai kesayangan gabisa pulang.
Kayak sedikit berharap melalui fase pemakaman itu, tapi ternyata ga kesampean.

Sakit cuy.

Dan bencinya setiap memori kehilangan itu datang, memori lainnya menyerbu.
Satu satu.

Waktu pp td harus berangkat ke Turki duluan.
Waktu lagi ngurus td sendirian trus merasa ga mampu, hilang rusuk sebelah kayaknya. 
Waktu lulus dan ninggalin Jatinangor,
ninggalin malam-malam begadangku dan teman-teman seperjuangan kampusku,
ninggalin setiap jengkalnya nangor dan detiknya waktu.

Well,
sudah bertumpuk terlalu lama ya.

Kadang suka mikir sendiri.
Udah mau 26 tahun ini.
Tapi accepting setiap momen kehilangan ini kok rasanya butuh seumur hidup.

Kadangan kayak merasa hidup di pusaran waktu yang sama.
Rasa yang sama.
Ada rindunya.
Ada menyesalnya.

Kehilangan mungkin jadi guru terhebatku sekarang.
Guru yang memaksaku menerima setiap rasa khawatir yang akan datang,
ketika kemungkinan kehilangan itu datang lagi.
Guru yang memintaku dengan pasti, untuk selalu pasrah dan berdoa, untuk selalu mengingat Tuhan,
ketika kemungkinan kehilangan itu datang lagi.

Semrawut

Sudah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun ga nulis.
Ini blogger app udah install-uninstall terus malahan.
Kalo pas install bilangnya mau nulis ah tiap hari.
Nyatanya?
Beberapa hari kemudian uninstall lagi, wkwkw.

Ternyata sulit kalo kepala dan badan banyak nerima input,
tapi gaada outputnya gitu.
Ngerti ga sih?
Kayak gini nih, gue kayaknya cukup ada gitu baca informasi,
tapi minim diskusi.

Jadi semrawut aja isi kepala.
Tiap mau tidur pasti berputar-putar.
Ngeselinnya sebetulnya bukan infonya yang muter, tapi malahan....

Memori masa lampau.
Yaaa kira-kira sekitaran 4-5 taun terakhir gitu.
Sepertinya betul-betul life-changing kehidupanku.

Jadi....
Apakah baiknya kuluruskan isi kepalaku ini?
Mulai ditata, disusun di raknya masing-masing.

Sebetulnya mungkin bukan memorinya yang harus kususun.
Tapi rasanya, setiap hela nafas ketika berhenti di memori-memori tertentu.
Atau sesaknya ketika teringat harusnya melakukan A tapi malah melakukan B.

Mungkin ya, mungkin.

Monday, July 27, 2020

Nanti

Ternyata perpisahan memang selalu paling bermakna

Tentang setiap waktu yang dilalui

Atau setiap waktu yang berharap telah dilalui

Setiap katanya berputar di kepala
Setiap rasanya membuncah di dada

Sampai sampai mata tak mampu
Lalu helaan nafas mulai terasa
Seperti ingin menelan setiap saat
Berat

Bersamanya mulai terasa lelah
Dalam setiap harapan yang ada
Saya akan kembali
Nanti

Sang bayangan

Semua pikiran kosong itu berubah menjadi semburat bayangan
Tentang kehidupan yang selalu bergerak
Bergerak menuju jalan lurus
Atau liku

Kenangan masa itu pun berlari
Mengejar semburat bayangan yang terus maju
Sang bayangan menoleh
Lalu tertawa
Tertawa menangis
Dikelilingi senyum yang kian manis
Atau tawa yang tiada henti

Dalam setiap detik kenangan itu
Sang bayangan berdoa
Semoga Tuhan mempertemukannya kembali pada setiap tawa itu

Sampai nanti.

Sunday, July 26, 2020

To the kindest person

Terima kasih yaaa
Sudah selalu jadi orang baik
Yang percaya sama orang lain
Yang dipercaya sama orang lain

Terima kasih yaaa
Selalu bisa bikin orang lain senang
Selalu sayang sama orang-orang terdekatnya
Selalu bisa bikin orang lain senyum

Tuhan Maha Baik
Selalu kasih lingkaran orang-orang terbaik
You've always been loved
I hope you know that

Thank you
Till we meet again

Saturday, October 20, 2018

Di antara waktu kosong

Alhamdulillah bisa nulis ini namanya.

Kangen ya nulis.
Kangen juga nyetel yutub sehari semalam sampe bosen.

Tuhan selalu Maha Baik, Nis.

Kalo kamu dikasi lewat jalan ini, artinya kamu mampu.

Jadi,
nikmati saja.

"Si endul makin lucu kok tiap hari," kata papa Tada.

Hahahaha belom ada yang bisa ngalahin lucunya Tada sih.

Gatau yang lucu emang anak sendiri apa anak orang juga lucu, wkwkwk

Bersyukur selalu membuat hati dan kepala lebih tenang.
Setidaknya kita tau kalo apa yang dijalani sekarang adalah yang terbaik dari Tuhan.

Saturday, October 21, 2017

Matahari sore

Menuju senja selalu baik
Mau langit terang atau mendung
Mau terik atau hujan
Selalu baik

It ends the day
Bukan menutup hari,
cuma langit yang menggelap
Hanya siang yang menjadi malam

Matahari sore memintaku bersyukur
Tentang setiap detik sejak bertemu matahari pagi
Hingga bertemu dengannya
Setiap detik yang selalu baik

Lalu matahari sore memintaku untuk menatap langit malam
Gelap,
namun dicerahkan bulan dan bintang
Yang tidak pernah lelah melawan gelapnya malam
dan menuntunku untuk bertemu matahari pagi

Sampai jumpa esok, matahari, bulan, dan bintang.

Wednesday, October 11, 2017

Mimpi

Lelap

Mimpi yang itu membuatku ingin terus tertidur
Mimpi yang mane, sis?

Yang itu dah
...

Mau bikin tulisan serius malah becanda

Eh serius.

Saya rasanya ingin tidur terus
Kalau mimpinya masih yang itu-itu saja
Bersama mereka

Mungkin ini yang pernah saya bilang move on itu semudah menumpahkan air laut ke daratan
Kalau gapake izin Tuhan ya ga akan berhasil gitu maksudnya

Gausa sok-sok-an bilang aing lebay

Semoga Tuhan selalu bersama kalian, kesayangan yang selalu kurindukan.

Tuesday, September 26, 2017

Menantang matahari

Seru juga rasanya
Menjadi bagian dari gedung-gedung tinggi itu
Berlari melewati jalan ramai
Sesak
Bising
Berusaha menenangkan kepala masing-masing
Atau hati

Entahlah

Ironisnya saya benci ada disana
Di antara gedung-gedung bertingkat
Yang menghalangi merahnya langit
Atau bayangan awan
Atau kuning cerahnya matahari menyambut mata yang masih mengantuk

Sombong sekali
Gedung-gedung itu
Berani-beraninya mereka menantang matahari
Yang selalu dengan baik hatinya menyambut segala hiruk pikuk
Mau kamu marah, atau senang
Ia selalu disana

Lalu, dimana segala kerendahan hatimu, wahai penguasa jalan ramai?

Thursday, August 24, 2017

Kala itu

Pernah ada masa dimana bersama-sama adalah rutinitas.
Kalo ga dilakuin rasanya ada yang kurang.
Ya sampai sekarang begitu sih.

Idk.
Maybe bukan tentang orang-orangnya,
tapi tentang apa yang dibutuhkan.

But i don't feel i need everybody else to live my life with.

Rasanya bersama kalian itu cukup.

Dan saya selalu berdoa supaya kita dipertemukan di persimpangan-persimpangan lainnya.

Monday, August 21, 2017

You need to find out

"Mau nulis
Tapi gabisa nulis"

"Trus ini ngapain nis?"

"Elah"

"Wkwkw besok-besok pergi aja nis
Gausa sok-sok-an nyariin kalo cuma ada perlunya doang"

"Ya gimana ya..........."

"Cahaya yang hilang pun segera kembali
Membuat rabun penglihatanmu
Lalu tetap disana
Tidak gelap
Tidak terang

Stuck

Sampe matahari datang menyelinap masuk ke sela kehidupan"

"Tuh makanya maneh kayak matahari
Mau tuh orang butuh apa kaga dia selalu ada
Cuma 12 jam lah kurang lebih
Kalo di daerah urang sih gitu
He"

"Nulis naon nis"

Ya cuma Tuhan dan saya yang tau, selebihnya kamu betul-betul harus mengerti.

Saturday, August 19, 2017

Dari Reza :)

Tik.......tik...tik......tik......detik jamnya terus memekik
Akan diam sampai di mana langit menjadi saksi; waktu tepatnya peran harus diisi.
.
"Sebentar lagi, Nis"...
Di ruang itu, doa yang merembes tanah sampai basah akan diaamiinkan malaikat tanpa perlu dirasa susah.

Setiap pijakan menuju sumpah akan dilandaskan doa yang mengiring sampai air mata tak kunjung kering.

Karena sampai akhirnya, senda di tempat kopi akan diulang. Menjadi kilas balik bagi kami yang masih berjuang. Gelak tawa penuh.....yang saya yakin, tak akan mau disuruh pulang.
(15/07/17)

Monday, August 14, 2017

Persepsi

4 tahun kuliah di jurusan yang mempelajari tentang manusia
Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia terlalu unik
Bahkan pada dua individu yang identik pun
Ia bisa memiliki dua persepsi yang berbeda, atau lebih

Untukku, mengenalmu sejak pertama kali bertemu hingga sekarang
Sudah membuatku memiliki ribuan persepsi yang berbeda tentangmu

Jadi,
terima kasih atas persimpangan jalan yang kita lalui bersama
Aku bersyukur, karena diberi kesempatan untuk pernah berada di sebelahmu
Ribuan persepsi tentang kata dan perbuatan yang telah berlalu memenuhi kepalaku

Untukmu, yang meninggalkan jejak di persimpangan jalanku.

Ironi

Di antara ratusan, bahkan jutaan perbuatan
yang aku lakukan
Kamu tidak suka
Bahkan memintaku untuk meninggalkan perbuatan baikku itu

Aku tahu
Aku, tentu saja, mengerti
Kamu menyayangiku
Sungguh, aku mengerti

Aku belajar tentang kehidupan pendekku darimu
Tolong,
biarkan aku memilih setengah hidupku dengan tanganku sendiri
Dengan kepalaku
Dengan hatiku

Ironi akan kehidupan muncul di hadapanmu
Setelah kamu memasuki pintu yang terbuka lebar

Sunday, August 13, 2017

Doa

Cinta paling besar yang dapat diberikan oleh seseorang adalah doa.

Sebagaimana kamu mendoakan dirimu sendiri untuk kehidupanmu.

Maka doa itu kamu panjatkan untuk orang yang kamu cintai, untuk setiap detik yang akan ia lalui.

Love Story

Kadang-kadang kisah cinta itu lucu
Menarik
Kadang-kadang menyenangkan
Atau sedih
Atau galau-galau
Seperti kata remaja masa kini

Kisah cinta manakah favoritmu?
Aku?
Aku mungkin ingin sombong
Atau tidak

Tapi aku betul-betul tidak mau memilih kisah cinta yang lain

Syukur
Seseorang pernah mengajariku tentang syukur
Tentang apa yang aku miliki saat ini
Tentang siapa yang ada di hidupku saat ini

Kalau definisi setia berarti aku ada dalam setiap duka,
dan suka

Maka aku betul-betul bersyukur karena memilih kisah cintaku sendiri.

Saturday, August 12, 2017

Bebas

Hamparan hijau terbentang di hadapanku
Luas
Bahkan ujungnya pun tidak terlihat

Dimanakah kamu?
Aku disini
Di sisi yang lain
Entah di sisi yang mana
Yang penting aku bukan bagian dari hijau

Perlahan,
hamparan hijau bergerak
Mundur
Atau kamu yang maju?
Entahlah,
rasanya aku diam saja
Melihat hamparan hijau bergerak

Rasanya tenang
Kosong
Namun damai
Bebas
Ya...
Bebas.

Bebas berada di mana saja
Mau berguling-guling sampai tertidur pun tak apa
Kemudian bangun dan mengulang hal yang sama
Lagi,
dan lagi

Tapi,
aku tetap bergerak
Sepertinya aku maju
Atau setidaknya aku betul-betul tidak melihat hamparan hijau lagi
Terhempas angin
Lembut
Namun memaksa untuk menjauh

Friday, August 11, 2017

Terima kasih

Terima kasih
Selalu
Karena ada
Selalu ada
Disini

Terima kasih
Karena selalu menemani saya
Saya gapernah tau
atau gapernah sebetulnya,
seperti ini

Saya sayang, kamu
Ya.....
Kalau definisi sayang adalah peduli,
maka saya sayang
sama kamu

Sedikit banyak ya aneh
Aneh aja
Karena saya gapernah bisa
menentukan dimana kamu akan saya masukkan
ke dalam hati saya

Karena ya.....
Karena saya tau kadang-kadang alasan tuh suka mengada-ada
Jadi saya gapernah tau saya mau bilang apa
Atau bagaimana
Atau mengapa

Terima kasih
Karena selalu ada, disini
Di sebelah saya
Walaupun ya....walaupun kamu selalu tau
dan selalu mengerti

Terima kasih
Untukmu yang akan menjadi bagian dari orang-orang pertama
yang membuat saya tersenyum
Saya mengerti
Terima kasih, untukmu

Thursday, August 10, 2017

Sekali lagi

Untuk ke sekian kalinya saya disana.

Di tempat itu rindu berputar.
Lalu jatuh,
pada tempat yang ramai.
Namun damai, tenang.

Bahkan walaupun tempat itu ramai, hingga tawa tidak lagi bermakna,
rindu itu tetap ada.

Izinkan saya sekali lagi berada disana.
Dimana rindu tidak berhenti berputar.

Sekali lagi.