Sunday, July 26, 2020
To the kindest person
Saturday, October 20, 2018
Di antara waktu kosong
Alhamdulillah bisa nulis ini namanya.
Kangen ya nulis.
Kangen juga nyetel yutub sehari semalam sampe bosen.
Tuhan selalu Maha Baik, Nis.
Kalo kamu dikasi lewat jalan ini, artinya kamu mampu.
Jadi,
nikmati saja.
"Si endul makin lucu kok tiap hari," kata papa Tada.
Hahahaha belom ada yang bisa ngalahin lucunya Tada sih.
Gatau yang lucu emang anak sendiri apa anak orang juga lucu, wkwkwk
Bersyukur selalu membuat hati dan kepala lebih tenang.
Setidaknya kita tau kalo apa yang dijalani sekarang adalah yang terbaik dari Tuhan.
Saturday, October 21, 2017
Matahari sore
Menuju senja selalu baik
Mau langit terang atau mendung
Mau terik atau hujan
Selalu baik
It ends the day
Bukan menutup hari,
cuma langit yang menggelap
Hanya siang yang menjadi malam
Matahari sore memintaku bersyukur
Tentang setiap detik sejak bertemu matahari pagi
Hingga bertemu dengannya
Setiap detik yang selalu baik
Lalu matahari sore memintaku untuk menatap langit malam
Gelap,
namun dicerahkan bulan dan bintang
Yang tidak pernah lelah melawan gelapnya malam
dan menuntunku untuk bertemu matahari pagi
Sampai jumpa esok, matahari, bulan, dan bintang.
Wednesday, October 11, 2017
Mimpi
Lelap
Mimpi yang itu membuatku ingin terus tertidur
Mimpi yang mane, sis?
Yang itu dah
...
Mau bikin tulisan serius malah becanda
Eh serius.
Saya rasanya ingin tidur terus
Kalau mimpinya masih yang itu-itu saja
Bersama mereka
Mungkin ini yang pernah saya bilang move on itu semudah menumpahkan air laut ke daratan
Kalau gapake izin Tuhan ya ga akan berhasil gitu maksudnya
Gausa sok-sok-an bilang aing lebay
Semoga Tuhan selalu bersama kalian, kesayangan yang selalu kurindukan.
Tuesday, September 26, 2017
Menantang matahari
Seru juga rasanya
Menjadi bagian dari gedung-gedung tinggi itu
Berlari melewati jalan ramai
Sesak
Bising
Berusaha menenangkan kepala masing-masing
Atau hati
Entahlah
Ironisnya saya benci ada disana
Di antara gedung-gedung bertingkat
Yang menghalangi merahnya langit
Atau bayangan awan
Atau kuning cerahnya matahari menyambut mata yang masih mengantuk
Sombong sekali
Gedung-gedung itu
Berani-beraninya mereka menantang matahari
Yang selalu dengan baik hatinya menyambut segala hiruk pikuk
Mau kamu marah, atau senang
Ia selalu disana
Lalu, dimana segala kerendahan hatimu, wahai penguasa jalan ramai?
Thursday, August 24, 2017
Kala itu
Pernah ada masa dimana bersama-sama adalah rutinitas.
Kalo ga dilakuin rasanya ada yang kurang.
Ya sampai sekarang begitu sih.
Idk.
Maybe bukan tentang orang-orangnya,
tapi tentang apa yang dibutuhkan.
But i don't feel i need everybody else to live my life with.
Rasanya bersama kalian itu cukup.
Dan saya selalu berdoa supaya kita dipertemukan di persimpangan-persimpangan lainnya.
Monday, August 21, 2017
You need to find out
"Mau nulis
Tapi gabisa nulis"
"Trus ini ngapain nis?"
"Elah"
"Wkwkw besok-besok pergi aja nis
Gausa sok-sok-an nyariin kalo cuma ada perlunya doang"
"Ya gimana ya..........."
"Cahaya yang hilang pun segera kembali
Membuat rabun penglihatanmu
Lalu tetap disana
Tidak gelap
Tidak terang
Stuck
Sampe matahari datang menyelinap masuk ke sela kehidupan"
"Tuh makanya maneh kayak matahari
Mau tuh orang butuh apa kaga dia selalu ada
Cuma 12 jam lah kurang lebih
Kalo di daerah urang sih gitu
He"
"Nulis naon nis"
Ya cuma Tuhan dan saya yang tau, selebihnya kamu betul-betul harus mengerti.
Saturday, August 19, 2017
Dari Reza :)
Tik.......tik...tik......tik......detik jamnya terus memekik
Akan diam sampai di mana langit menjadi saksi; waktu tepatnya peran harus diisi.
.
"Sebentar lagi, Nis"...
Di ruang itu, doa yang merembes tanah sampai basah akan diaamiinkan malaikat tanpa perlu dirasa susah.
Setiap pijakan menuju sumpah akan dilandaskan doa yang mengiring sampai air mata tak kunjung kering.
Karena sampai akhirnya, senda di tempat kopi akan diulang. Menjadi kilas balik bagi kami yang masih berjuang. Gelak tawa penuh.....yang saya yakin, tak akan mau disuruh pulang.
(15/07/17)
Monday, August 14, 2017
Persepsi
4 tahun kuliah di jurusan yang mempelajari tentang manusia
Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia terlalu unik
Bahkan pada dua individu yang identik pun
Ia bisa memiliki dua persepsi yang berbeda, atau lebih
Untukku, mengenalmu sejak pertama kali bertemu hingga sekarang
Sudah membuatku memiliki ribuan persepsi yang berbeda tentangmu
Jadi,
terima kasih atas persimpangan jalan yang kita lalui bersama
Aku bersyukur, karena diberi kesempatan untuk pernah berada di sebelahmu
Ribuan persepsi tentang kata dan perbuatan yang telah berlalu memenuhi kepalaku
Untukmu, yang meninggalkan jejak di persimpangan jalanku.
Ironi
Di antara ratusan, bahkan jutaan perbuatan
yang aku lakukan
Kamu tidak suka
Bahkan memintaku untuk meninggalkan perbuatan baikku itu
Aku tahu
Aku, tentu saja, mengerti
Kamu menyayangiku
Sungguh, aku mengerti
Aku belajar tentang kehidupan pendekku darimu
Tolong,
biarkan aku memilih setengah hidupku dengan tanganku sendiri
Dengan kepalaku
Dengan hatiku
Ironi akan kehidupan muncul di hadapanmu
Setelah kamu memasuki pintu yang terbuka lebar